Mengenal Berbagai Jenis Tanah Urugan

Mengenali Beberapa jenis tanah urugan
Pada konsepnya, proses urugan tanah dikerjakan dengan menumpuk tanah dari satu tempat ke arah tempat lain yang hendak diurug. Hingga lokasi yang diurug itu memiliki wujud dan ketinggian yang sesuai kemauan. Tetapi harus diingat, tidak sembarangan tanah pas dipakai untuk mengurug satu tempat. Tanah itu harus penuhi kriteria-kriteria tertentu.




Berikut ini persyaratan tanah yang baik digunakan untuk tugas pengurugan tanah diantaranya:

Struktur yang dipunyai condong remah
Susunannya berupa beberapa butiran
Bebas dari kandungan humus
Bukan berbentuk lumpur
Bersih dari sampah
Tidak memiliki kandungan batu dengan diameter lebih dari 10 cm
Untungnya, sekarang ini telah dikenal beberapa macam tanah yang bisa dibuktikan baik untuk tugas pengurugan. Maknanya tanah sisipan itu sanggup menyokong konstruksi bangunan dan memiliki sifat konstan. Lalu apa saja beberapa jenis tanah yang bagus digunakan untuk memberikan dukungan proses pengurugan?





1. Tanah Merah

Tanah merah (laterit) ialah tanah yang memiliki warna coklat kemerah-merahan. Tanah ini umumnya tercipta di lingkungan yang dingin, lembab, dan tergenang air. Karakter tanah ini yakni mudah mempernyerap air, mempunyai profile tanah yang dalam, memiliki kandungan bahan organik yang, memiliki pH netral sampai asam, dan mempunyai kandungan alumunium dan zat besi.



Tanah merah mempunyai struktur yang cukup padat dan kuat. Tanah tipe ini lebih banyak diketemukan di wilayah pantai sampai pegunungan yang tinggi, dan menebar di mayoritas tempat di Indonesia. Selainnya digunakan untuk urugan tanah pada project pembangunan, tanah merah biasa dipakai untuk membuat tempat perkebunan.

2. Tanah Atras

Tanah Atras ialah tanah yang mempunyai tingkat kepadatan yang tinggi sekali. Susunannya terbagi dalam lapukan bebatuan induk yang mengandung organik tanah yang rendah bahkan juga nyaris tidak ada. Ini karena mineral yang terdapat dalam tanah ini sudah dikeluarkan oleh air yang ada di susunan atasnya.



Tanah Atras memiliki karakter teksturnya benar-benar kuat tapi susah mempernyerap air. Oleh karenanya, jarang-jarang sekali orang yang ingin manfaatkan tanah ini untuk bidang pertanian. Umumnya tanah padas digunakan untuk fondasi infrastruktur bangunan memiliki ukuran besar seperti beberapa gedung bertingkat. Tanah padas dapat diketemukan di sebagian besar wilayah di Indonesia.

3. Tanah Semi Atras (Boncos)

Tanah semi Atras, atau umum dikenali tanah liat (Boncos) ialah tanah yang tercipta dari kombinasi di antara bebatuan kapur dan pasir. Aspek terpenting yang memengaruhi pembangunan tanah ini yakni hujan yang terjadi secara tidak rata selama setahun. Dapat disebut tanah semi Atras seperti kombinasi tanah merah dan tanah atras hingga karakter dan karakternya juga seperti kombinasi dari ke-2 nya.

Tanah semi atras mempunyai tingkat kesuburan yang lumayan baik hingga pantas dipakai untuk kepentingan berkebun. Disamping itu, tanah liat biasa dimanfaat sebagai bahan baku kerajinan tangan dan material untuk bangunan seperti genteng dan batubata. Tanah semi padas biasanya banyak diketemukan di daratan rendah dan lereng pegunungan.

4. Limestone

Limestone atau batu gamping ialah bebatuan sedimen karbonat yang tercipta dari sedimentasi hewan dan tumbuhan karang. Kenampakan susunan luar bebatuan ini warna putih kotor, putih keabu-abuan, sampai kuning keabu-abuan.





Untuk limestone yang masih terbilang muda kerap ditemui susunan fosil hewan atau tumbuhan karang (coral) karena proses litifikasi (pembatuan) yang belum prima. Walau secara genesa tercipta dari laut, tetapi karena proses gerakan kulit bumi, kerap ditemui pengendapan limestone yang telah memiliki jarak beberapa puluh km dari pantai.

Berat tipe limestone insitu (bank) sekitar di antara 2.2 - 2.4 ton/bcm, dan berat tipe loose sekitar di antara 1.5 - 1.8 ton/lcm. Rumus kimia limestone ialah CaCO3. Untuk usaha pertambangan, limestone sebagai salah satunya bahan galian industri yang berpotensi yang besar sekali di Indonesia. Cadangan keseluruhan limestone di semua Indonesia diprediksi lebih dari 28 milyar ton yang penebarannya nyaris di semua daerah Indonesia.

Berdasar kategorisasi bahan galian, limestone termasuk ke Bahan Galian C (Bahan Galian Industri).
Sekurang-kurangnya, ada 4 sektor bisnis yang langsung manfaatkan beragam keunggulan dari karakter fisik dan kimia limestone, yakni pertanian, konstruksi, industri, dan lingkungan. Dalam sektor konstruksi, peranan limestone sebagai bahan khusus untuk pembikinan semen tentu saja juga besar. Dalam tulisan ini diutamakan akan perdalam limestone dalam hubungannya untuk memberikan dukungan industri semen, khususnya dalam soal penambangannya dengan memakai beberapa alat berat.

Dalam pendayagunaan di urugan limestone sangatlah baik sebab bisa mempernyerap kandungan air yang tinggi sekali, selain tingkat kepadatanNya yang cukup padat. Namun umumnya pemakaian limestone buat urugan cuman hanya pembikinan jalan akses khusus karena ingat harga yang lumayan mahal untuk pembelanjaanNya.

Dari 4 elemen material alam itu memiliki watak masing-masing di sini kami sudah siap menolong anda untuk dapat pilih material urugan yang mana kiranya pas untuk tempat yang hendak anda urug.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.